Oleh: jojop4ge | Mei 24, 2009

Pengobatan Keputihan

Pengobatan

Bagi kebanyakan kaum hawa, keputihan bagai momok yang sangat menakutkan.

Ketika mengalaminya, mereka (para wanita) menjadi resah, risih, merasa bersalah, nggak pede dan perasaan gundah lainnya , tapi ada juga sih yang cuek. So diam-diam mereka mencari info, bisa dari majalah, tabloid, iklan, teman, tetangga, forum tanya jawab dunia maya dll.

Mengapa tidak periksa or konsultasi ke dokter? Wah, banyak alasannya. Bilangnya malu.., atau..atau biaya dokter mahal..ssst yang ini banyak benarnya lho..hehehe. Anehnya, adakalanya tidak mau ke dokter karena takut biaya mahal, di sisi lain rela keliling kemana-mana walaupun pada akhirnya banyak keluar biaya. Mereka mengatakan, namanya juga usaha.

Kalau boleh berprasangka nih… wanita maunya bagaikan Madonna, singset, oke punya deh. Maunya itunya tuh… rapet and kering seperti yang ditawarkan iklan. Lho ini maunya wanita apa maunya pria sih.

Mau vagina kering ? Emangnya kripik..renyah dong

Apa itu Keputihan ?…Apa bisa menyebabkan mandul, apa bisa menyebabkan kanker, apa bisa punya anak, apakah suami bisa puaas, puaasss….. apakah…apakah…?

Itulah pertanyaan yang mungkin mengganjal di hati para wanita yang mengalaminya, baik yang sudah berkeluarga maupun yang belum.

DEFINISI

Keputihan, atau dalam istilah medisnya disebut Fluor albus (fluor=cairan kental, albus=putih) atau Leukorhoea, secara umum adalah:

keluarnya cairan kental dari vagina yang bisa saja terasa gatal, rasa panas atau perih, kadang berbau, atau malah tidak merasa apa-apa.

Kondisi ini terjadi karena tergangggunya keseimbangan flora normal dalam vagina, dengan berbagai penyebab.

GEJALA KEPUTIHAN

Lazimnya pembahasan penyakit diawali dengan gambaran umum, definisi, perjalanan penyakit (patofisiologi), penyebab, gejala dan seterusnya.

Kali ini penulis tidak mengikuti kelaziman di atas supaya pokok bahasan lebih mudah dimengerti.

Gejala keputihan dibagi 2 kelompok, yakni: gejala Keputihan yang bukan penyakit (non patologis), dan gejala keputihan yang disebabkan penyakit (patologis)

Gejala keputihan bukan karena penyakit:

  • Cairan dari vagina berwarna bening
  • Tidak berwarna, Tidak berbau, Tidak gatal
  • Jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak

Gejala keputihan karena penyakit:

  • Cairan dari vagina keruh dan kental
  • Warna kekuningan, keabu-abuan, atau kehijauan
  • Berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal
  • Jumlah cairan banyak

Inga, inga keputihan tidak menyebabkan Kanker lho.

Keputihan yang disebabkan penyakit dan dibiarkan tidak diobati sampai lama, adakalanya menyebabkan kemandulan karena penyebaran infeksi.

Sedangkan keputihan yang bukan karena penyakit, tidak menyebabkan kemandulan.

Apapun gejalanya, bila kita mengalaminya, kewaspadaan dini dengan cara bertanya kepada dokter, adalah tindakan yang bijaksana.

PENYEBAB KEPUTIHAN

Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya Keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis (bukan penyakit), dan kondisi patologis (karena penyakit)

Penyebab Non Patologis (bukan penyakit):

  • Saat menjelang Menstruasi, atau setelah Menstruasi
  • Rangsangan Seksual, saat wanita hamil
  • Stress, baik fisik maupun psikologis

Penyebab Patologis (karena penyakit):

  • Infeksi Jamur (kebanyakan jamur Candida albicans )
  • Infeksi bakteri (kuman E. coli, Sthaphilococcos )
  • Infeksi Parasit jenis Protozoa (umumnya Trichomonas vaginalis )
  • Penyebab lain bisa karena infeksi Gonorhoe (GO / Kencing nanah ), dan lain-lain, banyak deh. Bisa pula karena sakit yang lama, kurang gizi, anemia, dan faktor hyegiene (kebersihan).

Hal lain yang juga dapat menyebabkan keputihan antara lain:

pemakaian tampon vagina, celana dalam terlalu ketat, alat kontrasepsi, rambut yang tak sengaja masuk ke vagina, pemakaian antibiotika yang terlalu lama dan lain-lain.

Kanker leher rahim juga dapat menyebabkan keputihan, tetapi bukan berarti keputihan menyebabkan kanker. Jangan dibalik ya

Perlu diingat lagi, bertanya kepada ahlinya adalah tindakan yang bijaksana.

PENGOBATAN

Pengobatan keputihan sudah barang tentu bergantung kepada penyebabnya.

Untuk keputihan ringan, cukup dengan membersihkan dengan antiseptik vagina sesuai anjuran dokter anda.

Sedangkan keputihan akibat infeksi, mutlak diperlukan anti infeksi. Pemilihan anti infeksi disesuaikan dengan jenis mikro-organismenya.

Jika penyebabnya jamur, maka diberikan pengobatan anti jamur, jika karena bakteri diberikan antibiotik (sesuai jenis kuman), jika penyebabnya protozoa (Trichomonas vaginalis) diberikan obat anti parasit dan seterusnya.

Perlu diingat, pemilihan obat-obat di atas seyogyanya berdasarkan jenis mikro-organisme penyebab keputihan. Caranya dengan memeriksa cairan vagina untuk mengetahui jenis mikro-organisme. Biayanya murah koq, sekitar 20 ribu doang. Murah kan, murah kan.

Sedangkan pemeriksaan lebih spesifik dan akurat untuk keputihan karena kuman adalah test kepekaan kuman. Nah, dengan test kepekaan ini dapat ditentukan jenis antibiotikanya.

Contoh:

Test kepekaan antibiotika terhadap penyebab keputihan menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Eritromisin: 22 mm
  • Doksisiklin: 22 mm
  • Tiamfenikol: 20 mm
  • Siprofloksasin: 18 mm
  • Metronidazol: 18 mm

Berdasarkan hasil test kepekaan tersebut maka obat pilihan yang diberikan adalah Eritromisin atau Doksisikllin.

Jadi tidak lantas hantam kromo, misalnya semua penderita keputihan disikat pakai cyprofloxacin. Itu mah seperti nembak burung emprit pakai senapan otomatis, tret tret tet tet tet dor dor dor jelegur. Hah, koq kayak Rambo ya. Bayangkan, burung empritnya bisa diberangus, tetapi dahan, rating dan dedaunan di tempat si burung emprit hinggap tersebut juga rontok berguguran. Koq kasih contoh seekstrim gitu sih? Iya dong, namanya juga perumpamaan. Artinya kita harus paham bahwa memberikan obat itu perlu dipertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Selain itu si dokter juga menjaga pasiennya agar tidak resisten di kemudian hari, tidak semata-mata mak nyus agar nampak ampuh dan sakti mandraguna. Supaya laris ? Ya kali, eh enggak ding

Gimana dengan air rebusan daun sirih ?

Waduh, yang ini penulis tidak tahu apakah sudah ada penelitian yang akurat apa belum. Banyak tuh buku-buku tanaman obat dan tabloit wanita yang menyebutkan seperti itu. Kembali ke … penyebab !!!

Ada juga pasien yang ke praktek sudah diobati dengan beragam ramuan daun dan lain-lain, hasilnya beberapa minggu tetap keputihan. Setelah diperiksa cairan vagina ternyata penyebabnya kuman E. coli (kuman yang biasanya nongkrong di usus). Nah obatnya bukan rebusan kan.

Ketika Keputihan, apa tindakan Anda ?

  • Berupaya mencari pengobatan yang tepat dan benar
  • Hindari memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan
  • Untuk sementara menghindari hubungan badan dan ajak pasangan anda menjalani pemeriksaan bersama
  • Tidak mengobati diri sendiri karena kesalahan obat dapat memperberat infeksi
  • Pemakaian obat antibiotika, hanya atas anjuran dokter.
  • Hindari gonta ganti pasangan

PENCEGAHAN

Bagaimana mencegah Keputihan ?

Di atas sudah disinggung, silahkan simak lagi yang berikut ini:

  • Jaga Kebersihan Vagina (bersihkan dengan air bersih, sedangkan pemakaian cairan antiseptik hanya atas saran dokter)
  • Hindari celana dalam ketat apalagi yang berbahan nylon, sebaiknya pakai bahan katun dan jangan lupa ganti setiap hari (hihihi apa ada yang ganti seminggu dua kali ya)
  • Membasuh atau membilas vagina dari depan ke belakang
  • Menghindari duduk di toilet umum (kecuali terpaksa, setelahnya bilas dengan air bersih ….sampai bersih sih sih)
  • Ganti pembalut (di kala menstruasi) tepat waktu, dll.

Guyonan

Omong-omong soal cara cebok.

Di berbagai kesempatan presentasi reproduksi untuk kalangan wanita adakalnya penulis menyelipkan guyonan tebak-tebakan sebagi berikut:

Ibu-ibu, saudari-saudari, mbak-mbak, adik-adik, coba pilih jawaban yang benar.

Cara cebok yang benar (khususnya) bagi wanita adalah:

A. Dari belakang ke depan

B. Dari depan ke belakang

C. Tidak cebok

Hehehe, tentu jawabannya B, dari depan ke belakang, kan sudah ada di atas, cara mencegah keputihan.

Emangnya kalo dari belakang ke depan kenapa sih ?

Jika maksa cebok dari belakang ke depan, sama aja memindahkan sisa-sisa kotoran dari dubur ke vagina dong, ya nggak, ya nggak.

Kalau kebetulan ada mikro-organisme yang yangkut di vagina, ada kemungkinan terjadi infeksi. Tul nggak ?

Ssssst, ada yang milih C nggak ya

Tebak-tebakan di atas bisa anda coba di kantor. Kalau pas para wanita ngumpul, coba deh kasih tebak-tebakan cara cebok.

Trus yang gak mau jawab godain aja milih C (ngga cebok), berani nggak ?

Eit, kalau ada yang sewot jangan bilang-bilang bahwa tebak-tebakan tersebut dari penulis ya

PESAN UNTUK LELAKI

Jika suatu saat pasangan kita anda mengalami keputihan, jangan lantas curiga atau menunjukkan muka masam ya.

Bantu pasangan untuk mengatasi masalah tersebut, bukan malah menambah kepanikan. Bisa saja keputihan yang dialami pasangan disebabkan non patologis, misalnya karena kecemasan.

Kecemasan itupun banyak faktor pencetusnya.

Contoh: sedang buanyak pekerjaan, lembur ngitung neraca keuangan atau jangan-jangan uang belanja kurang dan lain-lain.

Intinya, jangan terlalu risau tapi jangan pula memandang sepele.

Langkah terbaik adalah menghubungi dokter masing-masing. *halah promosi*

Up date:

Oya, setelah ada komen dari pak Guru, penulis merasa perlu menambahkan hal berikut:

Keputihan yang disebabkan bukan penyakit, misalnya karena alat kontrasepsi atau sebab lainnya, bebas untuk disambangi dan bagi wanita juga bebas untuk minta disambangi.

Ngerti maksudnya ngga ya? Ya deh, tu de poin aja, boleh berhubungan intim, nggak pengaruh koq.

Lha supaya para wanita ngga risih, gampang, kasih aja tissue atau pembalut tipis untuk menanggulangi keputihan. Yang penting bekas tissue pengganjal dibuang di tempat aman ya.

Versi cetak, silahkan download file PDF, ukuran: 83 Kb, klik di sini

Semoga bermanfaat

Link terkait:

wikipedia

102 Tanggapan ke “Keputihan: ih risih”

Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik


  1. 1 helgeduelbek Februari 20, 2007 pukul 3:50 am

Wah sepertinya setiap wanita sering mengalami yah. Jadi agak gimana gitu kalau mau “sambang”. Kalau sering2 minum jamu tradisionel seperti kunyit dan sejenisnya ada pengaruh baiknya gak cak?

  1. 2 cakmoki Februari 20, 2007 pukul 4:11 am

@ helgeduelbek,

Minum jamu alami seperti itu gak papa. Jamu alami tersebut bersifat “konstruktif” artinya untuk membantu memelihara tubuh.

Tetapi untuk keputihan nggak ada bukti pengaruhnya.

Ah ya, penting tuh masalah sambang. Nanti saya update.

Pada dasarnya keputihan yang bukan karena penyakit, ngga apa “disambangi” pak, normal koq ada pelicinnya

Saya biasa menganjurkan diganjal pakai tissue atau pembalut tipis.

hehehe rupanya melekan nih

  1. 3 Lita Februari 20, 2007 pukul 8:27 am

Rapat dan kering? Eugh… bukannya malah menyakitkan karena pelumasnya kurang?

Nambahi dikit ya, cak. Seringkali, kalau sedang keputihan, karena risih dan khawatir terlalu banyak sampai tembus ke pakaian luar, perempuan pakai panty liners (pembalut kecil tipis yang dipakai sehari-hari). Sebetulnya ini justru bisa memperparah keputihan karena daerah vagina menjadi makin lembap akibat tertutup.

Lebih baik sering dibersihkan (tidak perlu antiseptik atau cairan khusus pembersih vagina), dikeringkan (dengan tisyu atau handuk sekali pakai), lalu berganti pakaian dalam (yak betul, yang katun/bahan yang menyerap keringat dan kelembapan). Ganti setiap hari itu pasti. Kalau perlu ya 3-5 kali sehari kalau memang keputihannya mengganggu.

Cara cebok itu bukannya berlaku untuk laki dan perempuan, cak?

  1. 4 prayogo Februari 20, 2007 pukul 10:19 am

Cak Moki, apakah keputihan dapat menggangu kesuburan perempuan. Apakah orang yang sering menderita keputihan akan bisa mendapatkan keturunan.

Artikelnya akan saya CP di HD saya (thanks atas tulisannya)

  1. 5 xwoman Februari 20, 2007 pukul 10:50 am

cakmoki…

saya salah satu orang yang mudah stress menghadapi sesuatu, trus sering kerja lembur… tapi kalo baca artikelnya diatas keputihan saya bukan penyakit, karena datangnya paling sebelum atau sesudah mm.

saya pakai satu produk antiseptic tapi kok justru sering gatal2, sedangkan kalo saya cuma pake air (air anget atau air dingin) normal-normal aja tuh. Apa mungkin produk itu tidak sesuai ya,

Terus saya pernah denger juga kalau daerah kewanitaan sering gatal (tapi tidak keputihan)katanya bisa menyebabkan kemandulan ya? Apa kira-kira penyebabnya (selain faktor dari guyonan yang disebut diatas), kalo faktor gen ada hubungannya gak?

  1. 6 xwoman Februari 20, 2007 pukul 10:53 am

cakmoki koq konsultasiku ga muncul sih? Nyangkut dimana ya???

  1. 7 Kang Kombor Februari 20, 2007 pukul 12:51 pm

Rapat dan kering. Makanya yang diminum sari rapet. Biar kayak Madonna minum galian singset ya?

  1. 8 ndarualqaz Februari 20, 2007 pukul 3:00 pm

cakmoki, ane ijin buat cp tulisan anda ya. nama anda akan tetap saya sertakan pada tulisan tersebut. buat temen saya yang mahasiswa kedokteran UNS.

salam kenal juga ya pak.

eh pak saya juga mau nanya, kalo ada cew yang lagi keputihan kemudian diajak berhubungan sama cow trus ada efeknya gak pak buat si cow? walopun katanya bukan penyakit tapi pasti ada kekawatiran di pihak si cow.

dan buat si cew efeknya apa? apakah bisa memperparah keputihan?

(sebetulnya saya belum menikah, peranyaan ini dari temen saya yang udah nikah. repot ya jadi cewek tu, pengennya putih, dapet keputihan malah risih, katanya gak suka kekerasan, tapi mintanya yang keras-keras dan gak suka yang lembek lemebk)

  1. 9 senyumsehat Februari 20, 2007 pukul 4:15 pm

putih2 melati alibaba…, merah2 delima, pinokio, siapa yg baik hati…Cak Moki…tentu disayang istri….hehehehe

Cak di Indo belum rutin program pap smear gratis tiap tahun ya cak…? Ca Servix kasusnya jarang ya..?

Aku suka pake sirih untuk antiseptik di mulut sih efektif, udah ada researchnya, klo mulut bawah….ehm sama2 mukosa ya, cuman tak bergigi…hehehe

  1. 10 kangguru Februari 20, 2007 pukul 4:54 pm

aduuuh postingannya orang dewasa blas aku ngak ngertiiiiii….

  1. 11 leeloos Februari 20, 2007 pukul 8:55 pm

Berarti saya masih normal

btw, diatas disebut-sebut soal kanker mulut (atau leher yah?) rahim.

Udah pernah dibahas belum sih di blog ini ..? kalo belum, boleh gak request ..? kalo udah, mau donk dikasih direct link-nya

Terimakasih banyak

  1. 12 Dani Iswara Februari 20, 2007 pukul 9:30 pm

nah pesan moralnya..jgn asal saling tuduh..

kmrn2 sempat liat2 (inget dl ada yg alergi pembalut tertentu)..tdk semua pembalut mencantumkan bahan pembalutnya dgn jelas..

  1. 13 juliach Februari 20, 2007 pukul 9:42 pm

Sebelum main…eit tunggu dulu! Ayo buka… ambil sample-nya!!! lari ke laboratorium dulu…ngechek…

He…he…he… kagak jadi-jadi deh.

Udah deh biar aman kagak usah pada affair, check berdua secara regular. Kalo ada keputihan (gatal-gatal): sebaiknya dua-duanya check sekalian.

  1. 14 fertobhades Februari 21, 2007 pukul 12:41 am

di sini (baca : Indonesia) kayaknya masih agak tabu (dan malu-mali) membicarakan sex-education apalagi kesehatan reproduksi, iya nggak cak ?

jadi ingat dulu waktu konseling kesehatan reproduksi sama remaja… banyak yang lucu dan “aneh”.

  1. 15 cakmoki Februari 21, 2007 pukul 4:14 am

@ Lita,

Horeee para wanita ikut bicara.

Aduhhh terimakasih tambahan praktisnya Bu

Halo para gadis, mbak, ibu dan bapak-bapak juga, simak tambahan Bu Lita ya. Penting lho.

Terutama soal “pelumas” dan tentang dikeringkan dengan handuk “sekali pakai”.

Betul Bu, ceboknya untuk semua jenis, hehehe sekali-sekali saya subyektif dimaafkan dong, namanya juga toleransi antar lelaki.

Hik akhirnya ketahuan juga ya. Maturnuwun.

@ prayogo,

Jika keputihan bukan karena penyakit atau non patologis (dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lain, hasilnya: tidak ditemukan mikro-organisme dan tidak ditemukan tumor atau tidak ada tanda keganasan), maka keputihan tersebut tidak mengganggu kesuburan, walaupun berulang. Contohnya seorang wanita yang mengalami keputihan setiap menstruasi dan ternyata tidak ada penyakit, tidak apa-apa, berarti dia akan keputihan setiap bulan. Demikian pula pemakai alat kontrasepsi, adakalanya mengalami keputihan berulang-ulang.

Silahkan copy Pak, semoga bermanfaat.

@ Kang Kombor,

Iya kali Kang. Korban iklan

@ ndarualqaz,

Silahkan, silahkan jika mau copy atau download. Tak ada syarat untuk mencantumkan nama koq. open source

Jika keputihan bukan karena penyakit, tak ada efek apapun baik bagi pria maupun wanita. Ada tambahan gamblang dari Bu Lita di atas, kalo kurang pelumas menyakitkan lho. Kalau kebanyakan pelumas anggap aja balapan ski. Aman aja, tak usah khawatir lah.

Kekerasan yang satu itu penting dong, soale kalo gak keras gak bisa dibebat pakai gips *becanda*

@ senyumsehat,

Amin, amin.

PAP smear gratis musiman Mbak. Seringkali gak disetujui, padahal dananya cuman sekitar 50-75 ribu, sebenarnya Pemkot bisa nggratiskan tiap tahun 1000 orang wnita untuk PAP smear daripada untuk studi banding dpr sak budalan nol nya jejer-jejer.

Ca serviks jarang, tahun kemarin saya ngopeni w orang tetangga stadium akhir sudah metastase ke tulang, sampai beliau berpulang.

Sirih untuk atas pernah baca penelitiannya, mulane mbah-mbah jaman dulu nginang yo.

Sedangkan yang bawah referensinya mengatakan efektif pakai air bersih doang, ehm … walaupun ompong tak bergigi tapi … hehehe

@ kangguru,

Menurut kultur Indonesia, yang mengatakan gak ngerti bilangnya justru ahli Pak hehehe

@ leeloos,

Tepatnya carsinoma cervix atau kanker leher rahim.

Saya belum pernah nulis soal kanker secara spesifik di blog ini.

Monggo silahkan, bebas koq

Btw, Ge ganti leeloos ya

@ Dani Iswara,

hahaha, jadi ingat waktu di supermarket seorang bapak clingak-clinguk milih pembalut. Salah tingkah, mungkin catetan titipan istrinya hilang atau mungkin malu mau nanya bahan pembalut.

Saya belum pernah nemu alergi pembalut, apa itunya jadi mblonyok ya, ceritain dong pengalamannya

@ juliach,

Woww hebat tuh, cek reguler berdua. hehehe, di Perancis sih.

@ fertobhades,

Betul Pak, kalo ditampilkan gambar reproduksi pria, dijamin kebanyakan wanita (maaf ibu-ibu) langsung tutup wajah dengan jari “terbuka”.

Ah iya, reproduksi remaja penting juga ditonjolkan aspek psikologinya.

Perlu bikin posting tuh pengalamannya waktu konseling remaja, terutama yang “aneh-aneh”

  1. 16 mina Februari 21, 2007 pukul 6:33 am

@lita: yap stuju banget, intinya jangan lembab. saya sering kasi tau pasien untuk sering ganti celana, dan kalo habis pipis/cebok dikeringkan dulu dengan tisu.

@senyumsehat: ho-oh, di tempat saya pernah ada penelitian untuk sirih ini, sirih terutama efektif untuk jamur Candida.

  1. 17 Lita Februari 21, 2007 pukul 8:02 am

Cak, kalau ngga cocok dengan bahan pembalut/panty liner biasanya jadi gatal-gatal atau kemerahan gitu. Bisa bengkak juga. Atau keputihannya makin banyak kalau pakai pembalut/panty liner merek tertentu.

Gak tau ya jadi mblonyok atau gimana :p

Kalau ndak salah inget ada yang pernah cerita ke saya (saya -alhamdulillah- ngga pernah).

@ Mina: aih, didukung bu dokter. jadi malu

*tersipu sambil senyam-senyum*

  1. 18 cakmoki Februari 21, 2007 pukul 9:09 am

@ Lita,

Alhamdulillah, semoga tidak pernah.

Pasien yang alergi bahan tertentu (kayaknya malu ngomongin bahannya ya) di daerah tertentu itu biasanya bisik-bisik sama istri, jadi yang meriksa istri, trus saya sembunyi sebentar, setelah meriksa beliau bilang ada yang mlonyot sampai ada infeksi sekunder karena digaruk dan malu berobat.

Akhirnya berobat juga setelah mlonyot dan infeksi. Nggaruknya pakai apa sih. Ada yang tahu ? Mungkin digarukkan suaminya *becanda-becanda*

@ mina,

Hehehe diskusi antar wanita, asyik. Bapak-bapak ikutan nguping dong.

Mbak, hasil penelitiannya ditulis yo, ntar didownload.

Kalo Trichomonas efektif nggak ? Di tempat saya hasil lab secret belum ketemu yang jamuren, kebanyakan Trichomonas dan ada juga E. coli (salah cebok?)

  1. 19 Lita Februari 21, 2007 pukul 10:18 am

Oooh… alergi lateks/karet bahan kondom, maksudnya?

*nyengir*

Gitu aja kok malu sih. Eh apa saya yang ndak punya malu ya? Kalo bahasan medis gini sih saya emang gak punya malu hihihi… Lha anakku aja diajari bilang ‘penis’, mosok emaknya malu.

Lha, OOT.

Kembali ke topik.

Itu lho cak, soal alergi bahan, sebenernya saya nanggapi mas Dani. Beberapa perempuan punya alergi terhadap jenis polimer tertentu yang digunakan sebagai bahan pembalut.

Saya lupa kalau laki-laki juga bisa punya alergi terhadap jenis bahan ‘pembalut’ khusus laki-laki hehehehe…

  1. 20 cakmoki Februari 21, 2007 pukul 12:26 pm

@ Lita,

Hadduhhh *ikutan nyengir ah*

Ok, yang alergi bahan pembalut tertentu biar ditanggapi mas Dani aja ya, beliau banyak tahu soal itu.

Soal alergi terhadap jenis bahan “pembalut” khusus laki-laki, saya punya cerita tersendiri. Tapi yang beginian lebih seru kalau dibahas oleh para dokter dan ahli kimia wanita. Itu jimat perlu dikupas dibahas tuntas

Ada yang berminat mbahas nggak ?

  1. 21 cakmoki Februari 21, 2007 pukul 3:06 pm

@ xwomen,

Maaf nih, nyangkut ketangkep akismet.

Faktor kecemasan, salah satu sebab terjadinya keputihan, termasuk terlalu lelah seperti lembur ditambah target pekerjaan.

Ok, baiknya pakai air lalu dikeringkan seperti kata Bu Lita dan Mbak dr.Mina. Bisa jadi antiseptiknya tidak sesuai.

Gatal di daerah kewanitaan seperti itu tidak menyebabkan mandul.

Hal itu dapat terjadi misalnya lembab, habis perjalanan jauh lalu berkeringat, karet celana dalam yang ketat. Bisa juga karena alergi atau jamur kulit. Kalau dirasa mengganggu diperiksakan saja.

Maksudnya faktor gen itu masalah mandul ya ? Jika itu pertanyaannya, tidak selalu.

Sebagai pegangan:

Jika seorang wanita masih menstruasi, umumnya bisa hamil karena menstruasi menandakan diproduksinya sel telur yang tidak dibuahi sehingga luruhlah bersama penebalan (proliferasi) dinding rahim berupa menstruasi.

Dan sebagai tambahan:

Misalnya pasangan suami istri tidak hamil, tidak serta merta salah wanita. Itu kan pandangan salah.

Referensi (Margareth MD) menyebutkan bahwa ketidakhamilan tersebut, 40% faktor pria, 40% faktor wanita dan 20% faktor lain (misalnya ikut mertua yang bawel, ini misalnya lho)

Seandainya seorang wanita tidak hamil dan tidak ada kelaian yang dapat mengganggu kehamilan, dengan kemajuan bidang andrologi, masalah tersebut masih bisa diatasi.

Enjoy saja deh.

Semoga membantu

  1. 22 juliach Februari 21, 2007 pukul 10:17 pm

@ Mina & Cakmoki

Lupa kasih tahu : celana dalamnya yg katun jangan yg string khan.

Hair dryer juga bisa digunakan utk mengeringkan sehabis cebok.

  1. 23 cakmoki Februari 22, 2007 pukul 3:16 am

@ juliach,

Ya, ya, hehehe lebih teknis lagi, sambil menghangatkan diri ya.

  1. 24 mina Februari 22, 2007 pukul 11:32 am

halah hair dryer “hair nya itu loh”

  1. 25 cakmoki Februari 22, 2007 pukul 12:49 pm

@ mina,

Ulun kalo nang “hair-hairan” kadak umpat

Terjemah bebas: saya kalau yang “hair” nggak ikut-ikut

  1. 26 laras Februari 22, 2007 pukul 4:06 pm

Cakmoki kok yakin banget banget sih kalo Madona rapet… emang iya?

Dibawah ini rumpian para wanita..

- Soal cebok dan menjaga kebersihan perlu trik lho.. Lha kalau ceboknya sampai kemantepen pake sabun mandi dan dilakukan setiap cebok, akhirnya mbalah gatel2 dan lama2 jadi keputihan padahal mangsudnya mau bersih2 biar kinclong. Atau cebak-cebok tapi nggak dikeringkan sampai garing-ring hingga celana ngecepoh basah, akhirnya lembab gatel en keputihan juga.

- Eeehh..Sehabis periksa IUD juga bisa mbikin gatel2 lho…kayaknya alat yg membuat mangap si doi terkadang nggak bersih kali ya..

- Trus satu lagi….sarungnya si cucakrowo, kalao yg gak cocok bahan latex bakalan heboh. si doi bakal keGatelan..gatel beneran!! nggaruknya kan susyah bo’…

Cakmoki saya pengen tanya, laki2 bisa terkena bird flu nggak sih? mangsutnya burungnya pilek alias keputihan..

  1. 27 lina Februari 22, 2007 pukul 6:05 pm

cak moki, aq keputihan juga tp gk gatel, pernah ke dr dikasih obat (lupa obatnya apa) trus disuruh pake lactacyd u/ membasuh,

skrng sih emng berkurang banyak, tp teteup aja msh ada terutama waktu masa subur…

oya warnanya putih kehijauan n gk gatel ato merah2 warnanya….itu kemungkinan kena jamur/bakteri/e-coli ??

  1. 28 cakmoki Februari 23, 2007 pukul 2:12 am

@ laras,

Aduhh saya jadi ketembak. Aslinya gak tahu Bu, biar kelihatan heboh, wong gak perlah lihat, je

Makasih tambahan rumpiannya, penting tuh untuk para ibu dan para gadis sebagai tambahan postingan ini.

Burung lelaki keputihan ? Hehehe, yo bisa dong, tapi boleh kan subyektif gak nulis keputihan lelaki. Itu sih akan heboh jika yang nulis keputihan per-manuk-an adalah para dokter wanita, trus kami-kami yang nanggapi. Gimana ?

Lha soal sarung cucakrowo yang bikin alergi itu emang belum nulis

@ lina,

Kalo keputihan hanya saat masa subur kemungkinan besar termasuk golongan bukan penyakit.

Tetapi jika warnanya berubah kehijauan atau keruh, sebaiknya periksa cairan keputihan tersebut untuk melihat apakah jamur candyda/trichomonas/E.coli dll, agar pengobatannya tepat sasaran.

Jika ternyata gak ada apa-apa, cukup pakai tissue atau pembalut, dibersihkan pakai air bersih lalu dikeringkan sesuai “tambahan pengalaman” dari mbak dan ibu di atas.

Semoga bermanfaat

  1. 29 mina Februari 25, 2007 pukul 7:24 am

@laras, tentang gatal2 abis pasang IUD, mungkin bukan gatal2 karena alat tidak steril (masak tega masang alat tidak steril ya?), melainkan karena alergi pada antiseptik, mungkin? bisa saja alatnya direndam di antiseptik dulu baru dipake (bukan disterilisasi panas dengan rebus/autoklav), atau bisa juga karena antiseptik yang diusapkan sebelum memasang alat.

  1. 30 vinh Maret 13, 2007 pukul 10:45 am

salam kenal ya cakmoki, saya pernah baca buku ttg pengobatan tradisional untu keputihan.”dengan menggunakan daun jarak pagar katanya kita bisa mengobati keputihan yang disebabkan oleh jamur alias keputihan berpenyakit. apa udah ada buktinya ? tolong dong di teliti?

  1. 31 cakmoki Maret 13, 2007 pukul 1:52 pm

@ vinh,

Salam kenal juga.

Maaf Mbak/Bu, tentang pengobatan tradisional saya tidak berkompeten membahasnya, kecuali ada bukti ilmiah. Kaitan antara Keputihan karena jamur dengan kandungan daun jarak, saya belum menemukan referensinya. Tentu ini adalah tantangan bagi dunia Farmasi untuk membuktikannya. Jika kandungan dalam daun jarak terbukti efektif untuk memberantas jamur dan terbukti aman, kenapa tidak ?

Btw, apa nggak tambah gatal tuh dilumuri daun jarak, getahnya kan lengket ?

  1. 32 Fa April 12, 2007 pukul 12:03 pm

Cak, mau curhat nih, aku keputihan (nggak parah2 amat sih, kadang ilang kadang timbul, tapi bikin risih juga), periksa ke dokter kandungan pertama kali di Malang, dikasih Sporanox 2 biji + imunos 10 biji, sembuh, tapi setelah mens bulan berikutnya kambuh lagi. Pas pulang ke Jogja, nyempetin periksa lagi ke dokter kandungan juga, dikasih diflucan dosis tunggal plus talsutin 7 biji plus amoxicillin (entah bener apa nggak tulisannya), sembuh sampe 2 bulanan, eh, abis mens bulan ke 3 muncul lagi, capek deh! Terakhir, atas saran temen (malu mo bolak balik ke dokter) aku kasih nistatin selama 10 hari, sembuh, tapi ya gitu deh… abis mens balik lagih. hiks… padahal klo soal ‘bersih2′ rasanya udah nggak kurang2 :((

  1. 33 cakmoki April 13, 2007 pukul 12:18 am

@ Fa,

wuihhh, sudah diberondong dengan berbagai amunisi. Sepertinya, keputihan tersebut berhubungan dengan menstruasi. Atau kemungkinan berkaitan dengan hormonal. Jika tidak ada tanda patologis (penyakit) seperti gejala-gejala patologis di atas, rasanya sih gak perlu obat, toh bakalan timbul lagi di saat-saat tertentu.

Keputihan adalah gejala, karenanya penyebabnya perlu diketahui. Jika belum periksa lab, sebaiknya periksa lab kalo dirasa mengganggu.

Jika ternyata hasilnya normal semua, dalam arti TIDAK ditemukan kelainan (mikroorganisme atau lainnya), maka cukup diatasi dengan pembalut tipis saja.

Oya ada lho beberapa wanita yang setiap bulan keputihan dan tanpa kelainan apapun. Artinya keputihan yang BUKAN penyakit. Yang demikian ya iyu, cukup diatasi dengan pembalut.

Penyebab yang bukan penyakit banyak, seperti tertulis di atas.

Semoga penjelasan singkat ini membantu dan moga tidak risih lagi

  1. 34 leli April 18, 2007 pukul 12:34 pm

cak mau tanya nih

mau tanya saya kan sebelum hamil emang sering keputihan tapi keputihanny asetelah haid atau sebelum haid.

dan sekarang setelah saya hamil keputihan saya jadi tiap hari, terus warnanya kuning kehijauan dan berbau

yang saya mau tanyakan apa keputihan saya akan mengganggu janin saya dan apa yang harus saya lakukan?

  1. 35 cakmoki April 19, 2007 pukul 10:30 am

@ leli,

Keputihan jernih saat sebelum dan sesudah haid biasanya sih normal.

Jika saat ini (hamil) keputihan seperti gambaran diatas, menurut saya sebaiknya periksa sekret vagina, untuk mengetahui penyebabnya.

Jika hasilnya normal, berarti tidak ada pengaruh terhadap janin.

Jika hasilnya ada mikro-organisme, konsul ke DSOG (ahli kandungan) untuk mendapatkan obat yang tepat. Hal inipun belum tentu ada pengaruh terhadap janin, tergantung pada jenis mikro-organisme dan penyebarannya.

Semoga membantu dan segera sembuh.

  1. 36 calonorangtenarsedunia Mei 27, 2007 pukul 9:11 pm

aku telat ya ikutannya?

Cak, emangnya perawan ga boleh pake antiseptik kayak yg di iklan2 itu ya?

yg ‘Ph seimbang 3,5′ itulah..kan banyak tuh,,kata ibuku ga boleh, cak..

  1. 37 cakmoki Mei 27, 2007 pukul 9:21 pm

@ Hana,

Gak perlu lah, untuk apa? Pakai air biasa saja.

Setujuh dengan Ibunda, gak usah, ntar kalo gak cocok trus gosong piye?

  1. 38 Dewa Ayu Juni 3, 2007 pukul 3:29 pm

Saya pernah mengalami keputihan. Warnanya kadang putih kadang agak bening. Gak terlalu berbau and gak terlalu gatal juga. Kadang rok saya sampe basah kalo keputihan tapi memang tidak terlalu sering. Palingan seminggu saya keputihan 3x. Sebenernya apa keputihan itu gak baik ya?

  1. 39 cakmoki Juni 3, 2007 pukul 10:10 pm

@ Dewa Ayu,

dear Dewa Ayu,

Keputihan berwarna bening atau putih pada umumnya bukan karena penyakit. Penangulangannya cukup dengan dicuci pakai air bersih atau sabun lembut saja. Supaya tidak membasahi celana dalam, dapat menggunakan pembalut tipis.Wajar aja koq, adakalanya wanita mengalaminya, terutama kalo lelah karena aktifitas, banyak beban kerja dan sejenisnya.

Moga bermanfaat

  1. 40 Mohd Sufian Juli 9, 2007 pukul 8:23 pm

disini saya telah menjumpai cara menghilangkan keputihan dengan menggunakan pad bio sanitary(pad herba).

  1. 41 cakmoki Juli 9, 2007 pukul 11:48 pm

@ Mohd Sufian,

  1. 42 Lily Juli 10, 2007 pukul 3:28 pm

Ikutan cerita ah.. ;p

Dulu aku suka keputihan,

hampir sepanjang bulan, kadang benih kadang berwarna putih susu gtu (sekarang baru tau ternyata klo warnanya gtu berarti aman, lega.. ;p).

Kadang banyak kadang sedikit.. ;p

Biasanya agak banyak klo habis berhubungan seksual..

(apa itu sisa sperma pasangan ya.. gak ngerti juga.. ;p)

Belum pernah diobati secara medis,

tapi pernah dikasih jamu apa gtu sama tanteku dan gak berhasil.. ;p

Pernah juga coba cairan pembersih vagina apa gtu dan gak pengaruh juga.. ;p

Akhirnya bosen sendiri dan semuanya dihentikan.. ;p

Pada dasarnya aku sih gak peduli, soalnya baik diri sendiri maupun pasangan gak (terlihat..) terganggu..

Akhirnya hilang sendiri sejak beberapa bulan yang lalu,

sekarang hampir tidak pernah keputihan lagi.

Btw, aku belum pernah sekret vagina dan (boro2..) pap smear tuh Cak.. *rolleyes*

Katanya minimal 6 bulan setelah pertama kali berhubungan seksual itu mesti periksa2 ya Cak?

(selama ini *jujur* takut kemahalan sih Cak.. ;p)

Tapi Cak udah bilang klo sekret vagina cuma 20rb..

(tapi dokternya Cak, trus biaya USGnya.. trus obatnya, dll.. ;p Agak trauma ma pengalaman ke spesialis ObsGyn waktu menstruasi berlebihan dulu, 2 kali dateng abis 3/4 juta.. ;p).

  1. 43 cakmoki Juli 11, 2007 pukul 10:42 am

@ Lily,

Makasih udah berbagi pengalaman. Begini ini yg saya harapkan, saling berbagi, tidak hanya informasi satu arah. Biasanya lebih bermanfaat.

PAP Smear dianjur bagi wanita di atas usia 30 (ada yg berpendapat di atas 40, menurut sy gak terlalu penting masalah usia). Maksudnya untuk deteksi dini terhadap kondisi mulut rahim.

Biaya PAP Smear sekitar 60-75 ribu.

Nah soal biaya ini emang repot. Kadang pemeriksaan penunjang seperti pengalaman mbak Lily memerlukan biaya mahal (gak tahu kenapa mahal). Sebenarnya gak harus begitu. Masing-masing dokter gak sama sih ya.

Sy tidak pernah narik biaya kalo hanya ngasih pengantar Lab dan baca hasilnya plus menjelaskan. Gak bisa untuk ukuran lho, dan gak perlu dibanding-bandingkan. Sy sudah merasa senang bisa sedikit bantu seseorang yg memerlukan. Sekali lagi kembali ke masing-2 dokter, dan yg narik biaya tidak salah koq.

  1. 44 manis Agustus 3, 2007 pukul 12:40 pm

dear cakmoki.. aq mw tanya niy..

aq keputihan dah 6 lbh lamanya..

cairan nya berwarna putih susu,baunya sperti busuk, amis..tapi ga gatal..

aq mw k dr. pasngan qu perlu tau ga ttg ini? aq jujur..qta dah pernah berhubungan..tp aq ga prnh gontaganti pasangan..qta mw married akhir agusts ini..aq tkutdia nuduh aq mcm2..

klau di dkter..kasus aq ini akan ditangani seprti apa prosesnya??

thanks bngt atas jawabnnya..

  1. 45 cakmoki Agustus 3, 2007 pukul 4:23 pm

@ manis,

dear manis,

iya bener, sebaiknya ke dokter. Kalo khawatir dituduh macem-macem sebaiknya berangkat sendiri aja deh.

Ntar di dokter akan ditanya udah berapa lama, keputihannya seperti apa, dll. Ceritakan aja seperti keluhan diatas itu.

Tahap pertama kemungkinan akan diberi obat selama sekitar seminggu sambil follow up untuk evaluasi hasil pengobatan.

Atau bisa juga sekalian dilakukan pemeriksaan laboratorium (diambil sampel keputihannya di lab) sambil diberi obat.

Biasanya sih gak sekali, bertahap dan kudu sabar sampai benar-benar tuntas.

Moga cepet sembuh ya

trims

  1. 46 manis Agustus 6, 2007 pukul 2:09 pm

cak moki.. manis lg niy..

klo menurut cak moki, aq prlu papsmear ga? umur qu 23 thn

aq brmw k dr. selasa sore krna adnya hr itu dr.nya..

klo kya gtu ga blh ber hub.intim dulu ya?

  1. 47 cakmoki Agustus 6, 2007 pukul 6:12 pm

@ manis,

ok. Walau umur masih 23 th, kalo ingin sekalian, bisa pap smear. Sebaiknya sementara ga usah berhubungan dulu agar tidak mengacaukan diagnosa, karena misalnya ada lecet ringan yg ga berasa apa-apa kadang bisa membuat hasil pap smear berbeda.

Lagian ga enak juga kan kalo waktu periksa pap smear ada sisa sperma di situ, takutnya dibuat bahan gurauan … maaf lho

» ke atas

  1. 48 blog reader Agustus 26, 2007 pukul 2:53 pm

doc, saya udah married, just married boleh dibilang.

saya ingin deteksi dini sebelum hamil apakah kondisiku ok atau tidak. nah, dari hasil lab dideteksi ada e.coli growth dan hormon prolaktin ku lebih dari range.

tapi kata dokter, kondisiku ga serius, dan normal. cuma agak sedikit ketakutan aja.

sekarang saya ga tinggal di indo, jadi harus bener2 dengerin tuh dokter ngomong (takut salah denger.. he he..jadi aku mau konfirm aja ke dokter online ini)terima kasih dok sebelumnya.

sekarang ditreat e.coli dengan obat antibiotik dan dianjurkan untuk tidak berhubungan dengan suamiku oleh dokter ssaat sudah 7 hari treatment. boleh diterangkan doc, kenapa tidak boleh berhubungan?

padahal aku hitung2 saat2 ini masa suburku.

tentang prolaktin yang di atas range, apakah sebab dan apakah berbahaya?

karena yang saya baca di internet n article2, saya baca bahwa prolactin tinggi itu adalah berhubungan dengan fertilitas dan itu seharusnya ada di ibu yang sedang pregnant dan atau sedang breastfeeding. saya baca penyebab bisa karena M yang tidak teratur. dulu memang M saya tidak teratur tanggalnya, walaupun tiap bulan teratur dapat period, cuma kadang maju kadang mundur dari tanggal sebelumnya.

Doc minta penjelasnnya ya doc

Terima kasih doc.

Regards

  1. 49 blog reader Agustus 26, 2007 pukul 3:00 pm

oh ya doc saya tambahkan. tentang ecoli, padahal tidak kurang2 nya saya menjaga keberhihan diri dan lingkungan saya. karena dokter yang disini bilang keadaan seperti ini normal dan banyak wanita juga terkadang ada pertumbuhan ecoli.cuma bagi saya bakteri ya bakteri, saya ya ga mau kalo pun dengan ada bakteri itu jadi mengganggu kesehatan reproduksi saya.

malah kadang over tiap mau buang air kecil saya semprot dl dudukan toilet dengan pembersih antiseptik juga water basin nya.

tambahan saja doc atas pertanyaan saya di atas

mohon penjelasnnya ya doc.

regard

  1. 50 cakmoki Agustus 26, 2007 pukul 3:24 pm

@ blog reader,

pertama, saya ingin mengucapkan salut kepada dokter yg merawat.

Perlu kita ketahui bahwa batasan laboratorium adalah nilai median dari range, pun nilai median tersebut akhirnya dibuat range lagi sesuai angka terbanyak.

Ini artinya: kenaikan sedikit dari batas atas suatu range tidak serta merta menggambarkan suatu kelainan, inipun masih dikonfirm dengan kondisi fisik.

Inilah mengapa saya salut kepada dokter tersebut. Interpretasi terhadap hasil lab bukan melulu melihat range semata, diperlukan pengetahuan dasar bahwa range tersebut adalah hasil “toleransi” terhadap range yg lebih luas berdasarkan nilai terbanyak.

So, saya sependapat bahwa kenaikan prolaktin sedikit bisa dikatakan normal.

boleh diterangkan doc cak, kenapa tidak boleh berhubungan?

karena, jika berhubungan intim dapat beresiko terjadinya “fenomena pingpong”. Maksudnya, dapat menulari suami, dan ketika istri udah sembuh lantas berhubungan lagi, akan menulari istri, demikian seterusnya. Dalam hal ini, dokter tersebut tidak mau ambil resiko, dan ini yang benar.

Tentang E. coli, emang begitulah adanya, sebersih apapun kita menjaga diri, masih bisa kemasukan E. coli dan ini bisa dialami oleh banyak wanita (konon mencapai 30 %, cuman ga semua ngomong )

Tentang prolaktin, udah terjawab sendiri … hehehe … ga bahaya koq, tenang aja deh.

Sungguh, saya salut pada dokter yg merawat, teliti, hati-hati, dan support … sip.

Moga jawaban pendek ini bermanfaat dan moga segera sembuh ya

  1. 51 blog reader Agustus 28, 2007 pukul 3:49 pm

wah iya doc. doctornya baeeeeeeek pisan cak. udah ibu2 tua gituh tapi dia Head of Gynecologies Department di rumah sakit ini.

dia bilang ga ada yang serius dan akan ada treatment selama 3 bulan untuk nurunin kadar prolaktin saya cak.

meanwhile, untuk e.coli selama take medicine emang ga boleh berhubungan. dia bilang, tentang e.coli jangan kawatir, beberapa wanita juga mengalami yang sama, cuma tetep harus dikasih obat dan treatment.

saya mesti balik lagi ke beliau within these two weeks doc.

moga2 saya udah sembuh sih doc..dari e.coli itu..

ya terima kasih banyak ya doc. docter banyak membantu kasih penjelasan dan terima kasih atas support cepet sembuh.

regard.

oh ya doc kenapa doc kenapa salut ama dokternya? apakah sebenernya apa yang alami berbahaya? saya begitu pulang langsung research di internet cak karena takut kenapa2 dan takut berhubungan dengan fertilitas saya.

dan apakah e.coli berhubungan dengan fertilitas juga doc?

sehingga cak bilang salut ke dokternya karena support.

  1. 52 cakmoki Agustus 28, 2007 pukul 11:35 pm

@ blog reader,

… kenapa salut ama dokternya? apakah sebenernya apa yang alami berbahaya? …

iya, saya salut karena beliau memberikan ketenangan (support) karena biasanya kan nakut-nakuti, hehehe

ini gak ada hubungannya dengan bahaya dan fertilitas koq … tapi penjelasan beliau itu lho yang saya kagumi … jarang-jarang ketemu yang seperti itu

Ok, moga segera sembuh ya …

  1. 53 blog reader Agustus 29, 2007 pukul 2:35 pm

he he saya komen lagi ah cak.

terima kasih ya cak atas ekstra penjelasannya. saya agak jauh lebih tenang daripada kemaren2,

untung saya ngecek dari dini jadi ketauan saya kenapanya.

tenang juga rasanya kalo memang itu benar tidak ada hubungannya dengan fertilitas saya, karena saya memang ingin sekali cepet2 punya baby.

thanks cak doc..

  1. 54 cakmoki Agustus 29, 2007 pukul 4:58 pm

@ blog reader,

sama-sama

thanks

  1. 55 Lia September 5, 2007 pukul 12:59 am

Bagi kaum wanita yang ingin merasa nyaman dan sehat selama menstruasi maupun kesehariannya kini ada pembalut pertama didunia yang diciptakan ada anion(ion negatif) yang berfungsi membunuh bakteri,mengurangi bau,mencegah kanker mulut rahim,dan untuk terapi bila sudah mengalami radang vagina,keputihan.pembalu ini pun di lapisi 7 lapisan, daya serap tinggi. tipis serasa ga pakai. Pantyliner bisa digunakan oleh pria untuk mencegah kanker prostat dan akan di ciptakan pembalut khusus pria, serta bisa terapi untuk yang mengalami wasir.di dalam produk ini pun terdapat text pack,dimana si pengguna dapat mengetes apakah dirinya terjangkit kanker mulut rahim.Selain anda pakai sendiri anda bisa mendapatkan income yang luar biasa dari produk ini.Info lanjut hub(0361) 7953546

  1. 56 daVe Oktober 19, 2007 pukul 3:01 am

alo semua

aku mau tanya ne

aku pernah berhub sex dengan pacar aku

tanpa sengaja keluarin sperma di dalam

tapi 1 minggu sebelum haid(Hari ini) pasangan saya keputihan

apakah keputihan itu tanda bahwa tidak ada nya penyatuan sperma dan ovum (Tidak HamiL) ?

Mohon bantuannya!! thx

  1. 57 cakmoki Oktober 19, 2007 pukul 10:34 am

@ daVe,

gak ada hubungannya antara keputihan dan tanda atau tidak adanya kehamilan…

Baca ulang dulu ya

  1. 58 lisa Oktober 19, 2007 pukul 6:05 pm

tanya cak,

saya keguguran diusia kehamilan 4 minggu, dokter menganjurkan kuret, tapi saya menolak, kemudian pulang dari rumah, keluar gumpalan darah dan 2 hari setelahnya pendarahan berhenti. seminggu kemudian saya ke dokter lagi, setelah diperiksa darah sudah tidak aktif, berwarna coklat dan sedikit seperti flek..diberi obat methergin, dan seminggu kemudian flek berhenti. tapi kadang2 masih keluar flek walau jarang sekali, dan sekarang keluar lendir putih bening dan tidak berbau..apakah ini normal? apakah itu keputihan?

tanggal mens terakhir saya 12 agustus, keguguran tanggal 25 september.

tanggal berapa siklus haid saya selanjutnya? tanggal 12 oktober atau 25 oktober?

selama ini siklus haid saya lancar dan pasti, paling bergeser 1 hari.

Terimakasih cak..ditunggu ya jawabannya..

  1. 59 cakmoki Oktober 19, 2007 pukul 11:00 pm

@ lisa,

iya mbak, itu termasuk jenis keputihan yang non patologis alias normal, gak papa.

Mengenai siklus, sebaiknya ditunggu aja deh.. biasanya kalo habis keguguran, hitungan berikutnya tidak sama dibanding saat siklus normal.

gak papa koq, ntar ditunggu siklus awal lagi, barulah bisa dihitung mens bulan berikutnya. inipun hitungan matematis berdasarkan kebiasaan siklus menstruasi yang setiap orang gak sama dan bisa meleset.

Dont worry

Moga sehat selalu.

  1. 60 lisa Oktober 23, 2007 pukul 9:50 am

dok cak..(hehehe..abis gak enak manggil cak2 aja..gimana gitu..)

trims jawabannya, cukup melegakan..

tapi masi ada pertanyaan lagi ni, kira2 kalau tidak kuret, apa efeknya ya? dan apa saya masih bisa hamil lagi kalau tidak kuret?

setelah keguguran, bila kecapekan perut saya terasa keram sekali, apa ada yg salah? dulu2 tidak begitu?

  1. 61 cakmoki Oktober 23, 2007 pukul 12:49 pm

@ lisa,

kira2 kalau tidak kuret, apa efeknya ya? dan apa saya masih bisa hamil lagi kalau tidak kuret?

ya, kalo gak kuret dikhawatirkan ada sisa-sisa buah kehamilan (misalnya sisa tembuni or plasenta dan yg lainnya) yang masih berada dalam kandungan … salah satunya efek yg udah dirasakan, yakni perut terasa kram kalo kecapekan. Ini tidak mesti karena tidak kuret sih, masih ada sebab-sebab lainnya …

Namun tidak selalu ada efek…penjelasan di atas adalah kemungkinan-kemungkinan saja …

Emang yang paling ideal dikuret, dibersihkan permukaan rahimnya hingga bersih

walau tidak kuret, seorang wanita tentu bisa hamil jika masih menstruasi

» ke atas

  1. 62 lisa Oktober 24, 2007 pukul 9:23 am

cak dok,

maaf kalo cerewet, tapi masih mo tanya lagi..

kalau sisa2 buah kehamilan itu masih ada dalam kandungan(karena tidak di kuret) apa berubah menjadi kanker? atau hal2 berbahaya lainnya?

trims ya cak..

  1. 63 cakmoki Oktober 26, 2007 pukul 2:33 am

@ lisa,

waduhhh, dipaksa nih

kalo bicara kemungkinan sih, tetap ada walau amat sangat kecil, namun tidak semengerikan itu koq …

Karena itu, saya lebih menganjurkan kuret … hehehe, piye ?

Atau konsul ke dokter ahli kandungan, kalo beliau menyatakan gak papa, beres deh

  1. 64 lisa Oktober 26, 2007 pukul 9:13 am

makasih ya cak..

  1. 65 cakmoki Oktober 26, 2007 pukul 10:32 am

@ lisa,

sama-sama

  1. 66 ain Oktober 31, 2007 pukul 10:24 pm

saya menikah baru 6 bln. yg mau saya tanyakan, setiap setelah berhubungan dengan suami selalu keluar lendir sampe seharian, padahal selang sehais berhubungan selalu istirahat terlebih dulu atau tidak melakukan aktivitas. apakah itu dpt menyebabkan sulit hamil? selain itu, saya jg sll mengeluh lemas dan mual, badan terasa dingin bahkan bisa sampai pingsan pada saat hari kedua haid or saat lancar2nya. dan hari pertama haid tidak langsung keluar darah. tetapi plak kecoklatan hingga akhirnya kehitam2an sampai 1 hari. kejadian ini saya alami semenjak masih sendiri saat sering naik motor coz aktifitas yang sangat padat. tapi setelah menikah ini tetap terjadi padahal aktifitas sudah saya kurangi. apakah ini jg yang dapat menyebabkan lamanya proses kehamilan saya? karena smpai saat ini blm ada tanda2 kehamilan. apa yang hrs saya lakukan? dan makanan apa yang hrs sy konsumsi? thank

jainul_mail@yahoo.com

  1. 67 cakmoki Oktober 31, 2007 pukul 11:16 pm

@ ain,

Gak papa keluar walau keluar lendir, itu wajar aja, setiap orang memiliki reaksi yg berbeda …dan tetep bisa hamil sepanjang keduanya subur. Lagipula, baru nikah 6 bulan … hehehe, itu mah masih pengantin baru

Tentang lemah pada hari kedua haid, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan terdekat jika dirasa mengganggu.

Andai gak ada kelaianan, berarti aman …

Untuk mempercepat kehamilan gak ada makanan khusus ataupun tindakan khusus, enjoy aja … nikmati kebersamaan bersama suami tercinta, ntar hamil juga koq … semoga

» ke atas

  1. 68 liy Nopember 3, 2007 pukul 12:40 pm

saya keputihan sejak remaja, sma. sekaranng 25th dan belum meried juga belum pernah melakukan hubungan sexsual.

sampai sekarang masih keputihan. terkadang banyak dan terkadang sedikit. terkadang gatal dan terkadang tidak. apakah saya bisa hamil nanti? apakah ada pengaruhnya keputihan dengan perkembangan janin saya nanti??apakah keputihan turut penyebab cacatnya janin?

dulu, pernah saya periksa kedokter, saat terasa gatal sekali(karena cebok di wc umum yang airnya kotor). katanya seperti susu basi yang pecah. tapi pengalaman pertama kedokter itu cukup menyakitkan, karena saya ditanya apakah pernah berhubungan sex atau tidak.

waktu remaja saya juga pernah ingin tahu mengenai kelamin saya(karena berbicara mengenai sex adalah tabu dikelularga saya), jadi memasukan jari kedalamnya dan keluar darah, saya kaget sekali waktu itu. apakah itu selaput darah??apakah selaut dara saya telah hilang sama sekali?

apakah saya tidak bisa lagi mengeluarkan darah dimalam pertama nanti??

apakah dengan memakai pantylainer sering akan berakibat buruk/semakin memperparah keputihan??

terimakasih sebelumnya

  1. 69 liy Nopember 3, 2007 pukul 12:44 pm

terus terang saya tidak berani untuk menikah. sebab saya takut nanti keputihan saya menulari. saya juga takut nanti kandungan saya tidak subur/janin tidak sehat. saya juga takut dituduh tidak perawan lagi, karena selaput dara saya telah hilang karena kocerobahan sewaktu kecil dulu.

  1. 70 cakmoki Nopember 3, 2007 pukul 11:32 pm

@ liy,

seperti disebutkan dalam artikel di atas bahwa keputihan ada 2, yakni bukan karena penyakit dan karena penyakit.

Keduanya tidak ada hubungan langsung dengan kesuburan. Terlebih yg bukan karena penyakit, jelas tidak ada hubungannya dengan kesuburan.

Jadi jawabannya:

1. Tetap bisa hamil.

2. Jika keputihannya karena penyakit kelamin yg menahun seperti sifilis dan sejenisnya ada kemungkinan berpengaruh terhadap janinnya.

Namun kasus mbak Liy rasanya bukan karena itu. Kemungkinannya karena non patologis (bukan karena penyakit) atau kalau toh disebabkan mikroorganisme, kemungkinannya jamur, inipun perlu dibuktikan dengan pemeriksaan lab. Dan jika jamur, pada umumnya gak ada pengaruh terhadap kesuburan maupun janin.

3. Keluar darah belum tentu karena rusaknya selaput dara, bisa jadi hanya iritasi lantas mengeluarkan darah. So gak perlu risau soal itu. Enjoy aja deh …

4. Menikah … why not ? Calon suami yang baik tidak mudah menuduh calon istrinya dengan berbagai tuduhan … so, jangan menghindar jika ada yang mendekati …

Moga berguna

  1. 71 liy Nopember 4, 2007 pukul 8:36 pm

tetep aja ragu and takut nich.

oh ya, kalo ke toilet umu trus ternyata bak airnya/gayung nya kotor, lebih baik tetep dibasuh(cebok) apa mending ga usah dibasuh aja?

  1. 72 cakmoki Nopember 5, 2007 pukul 3:34 pm

@ liy,

… moga ntar berani

kalo air dan gayung kotor, mending sementara pakai tissue trus ntar segera cari air bersih untuh membasuhnya … gimana, bisa kan?

  1. 73 liy Nopember 10, 2007 pukul 9:52 am

kalo ga ada tisue bagaimana?

cak. saya tetep ga berani maried.

karena masalah keputihan ini.

pemerikasaan lab itu bagaimana ya? saya takut nanti seperti dulu saya periksa ke dokter. saya ditanya apa saya pernah melakukan hubungan sex atau belum. dan saya jawab jujur, belum. tapi malah dipandang boong oleh si dokter. apalagi bila karna kebodohan dulu”pengin tau mengenai organ kelamin”jadi memasukan jari dan keluar darah. dan kemungkina besar itu adalah selaput darah saya bagaimana?jadi saya dibilang boong dong.

saya ga berani maried bener nich.

  1. 74 cakmoki Nopember 10, 2007 pukul 3:22 pm

@ liy,

maksud saya, sebaiknya kemana-mana bawa tissue untuk antisipasi

pemeriksaan lab pada kasus tersebut adalah mengambil sedikit cairan keputihan yang keluar, lantas diperiksa di laboratorium. Tentu yg ngambil petugas lab. Kalo gak mau kejadian seperti dulu terulang lagi, bisa ganti dokter. Atau bisa juga periksa sendiri ke Laboratorium Klinik (swasta) trus menyampaikan maksud pemeriksaan kepada petugas lab, ntar hasilnya bisa kita bahas via email.

oya, andai benar selaput dara (tapi belum tentu lho, kan belum diperiksa) tidak berarti pernah berhubungan intim. Bisa juga sebab lain, misalnya: olahraga, memasukkan jari, bersepeda, dll …

Lagipula, selaput dara yg pernah berhubungan intim dengan yg karena sebab lain beda. Dan berdarah bukan berarti selaput dara rusak, gak usah terlalu risau deh

  1. 75 Rini Nopember 15, 2007 pukul 11:44 am

Aq ngalamin keputihan juga tapi anehnya aq merasa itu hal yang lucu,pas lagi “” dg suami and ngeliat keputihan belepotan aq kok malah ketawa yo? Suami jd selalu bilang mesin pengeruk salju akan beraksi!Normal ga rasa itu?

  1. 76 cakmoki Nopember 16, 2007 pukul 1:45 pm

@ Rini,

hahaha, ngakak baca “mesin pengeruk salju akan beraksi!

Normaaallll … enjoy aja.

Ada juga yang bertahun-tahun ngalami gitu, sejauh gak ada tanda-tanda patologis (keputihan karena penyakit, seperti uraian di atas), aman deh

  1. 77 wiena Nopember 16, 2007 pukul 7:20 pm

mo nanya donk, sy mens lebih dr 12hari, setelah ke dokter & cx tenyata sy dinyatakan hamil tp keguguran, krn tdk mau kuret, sy diberi obat utk seminggu, tp s/d hr ini sdh 21hr msh pendarahan walo sdh minum obat, apakah berbahaya? krn sy mjd cpt mengantuk, apa perlu sy minum penambah darah? tgl mens terakhir sy selang sebulan dg pdarahan

  1. 78 cakmoki Nopember 17, 2007 pukul 1:01 am

@ wiena,

kalo gak dikuret emang ada resiko perdarahan berkepanjangan. Sedangkan kalo dikuret, dinding rahim jadi bersih and mulai babak baru siklus menstruasi.

Sebaiknya kembali ke dokter untuk diberikan obat lanjutan.

Kalaupun pada pemeriksaan tidak ada kelainan, namun perdarahan dalam tempo lama akan menimbulkan dampak lain, diantaranya: lemas, mudah ngatuk, mudah lelah, mata berkunang, dll.

Boleh diberikan tablet penambah darah, maksudnya yg mengandung zat besi untuk menghindari anemia lantaran perdarahan lama.

Moga berguna

  1. 79 Afip Nopember 17, 2007 pukul 9:59 am

Dear semua,

keputihan memang banyak terjadi pada wanita Indonesia baik yang aktif secara seksual maupun yang tidak aktif, cuman kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sangat rendah. Di Lombok kami membuka layanan pemeriksaan gratis di Klinik KESPRO/IMS, hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat karena mahalanya biaya pemeriksaan yang membuat mereka mals datang ke unit pelayanan kesehatan.

  1. 80 cakmoki Nopember 18, 2007 pukul 9:35 pm

@ Afip,

sip… gratis kan ?

  1. 81 marco Nopember 28, 2007 pukul 11:43 am

nderek tangklet

cakmoki mo nany sy remaja putri lom mrd sejak dulu kenapa mens sy g pnh tratur n sy sring mengalami keputihan jdi kemana2 nenteng kfry deh(pembalut kecil n tipis tu…)pdhl sy sring ganti cd lo…sktar 3-4x sehari. sy kwtir pa nt penggaruh efek natiny spti sulit punya anak krn kebetulan riwayat ibuk sy 3thn stlh mnikah br bs pny anak…..sy tungguu….jwbny

slm knl marconah disebrang

matur suwun nggeeeeh

  1. 82 cakmoki Nopember 28, 2007 pukul 1:22 pm

@ marco (nah),

ok

Mens gak teratur:

ini bisa dibuat agar teratur koq, gak teraturnya lebih lama or lebih capat dari siklus normal gak masalh, bisa diberikan obat supaya teratur. Udah pernah diobati blom ? Kalo belum, sebaiknya diobati deh, supaya si tamu bulanan bisa datang sesuai harapan

Keputihan:

Nah yang ini juga jangan keburu khawatir duluan deh, kan ada 2 kemungkinan tuh, yg satu patokogis dan yg kedua non-patologis. So, tanda-tandanya bisa dibaca di artikel… Yang patologis juga bisa diobati.

Seperti dalam artikel di atas, kondisi tersebut tidak serta merta berhubungan dengan kemungkinan punya anak dan enggak. Jika produksi sel telur (ovum) lancar n ada “musuhnya” yang juga oke, tentu bisa hamil … hehehe

Moga penjelasan singkat ini berguna

Trims

  1. 83 Ricky(Nomor Telepon:08567272981) Nopember 29, 2007 pukul 5:33 pm

Perkenalkan,nama saya:Ricky,saya ingin menawarkan kerja sam,jika anda berminat,harap hubungi saya di nomor telepon:08567272981.Atas perhatiannya,saya ucapkan terima kasih.

  1. 84 Ricky(Nomor Telepon:08567272981) Nopember 29, 2007 pukul 5:45 pm

Perkenalkan,nama saya:Ricky,saya ingin menawarkan kerja sama,jika anda berminat,harap hubungi saya di nomor telepon:08567272981.Atas perhatiannya,saya ucapkan terima kasih.

  1. 85 Emily Desember 15, 2007 pukul 4:27 pm

Mo tanya nih..saya sudah menikah 1 tahun,pernah keguguran & dikurek..selepas tu saya dpt excessive white discharge…keputihan yg berlebihan…lebih parah pada minggu pertama selepas mens…

Dokter udah ngasih treatment..pake tablet yg dimasukkan ke V menggunakan applicator..dia mengandungi Tricomazole (kalo ga salah) 500mg..4 hari berturut2…tapi sembuh sementara doank…sekarang balik lagi…apalagi abis mens…ga ketulungan….

So..any advise yg bisa diberi ga nih???

  1. 86 cakmoki Desember 16, 2007 pukul 12:30 am

@ Emily,

ok, agar lebih akurat treatment-nya, sebaiknya periksa sekret kemudian sekaligus pemeriksaan sensibilitas.

Dengan 2 pemeriksaan tersebut kita bisa mengetahui jenis mikro-organisme sekaligus mengetahui obat apa yang paling tepat untuk memberantas mikroorganisme penyebab infeksi.

Moga berguna

  1. 87 Annelies Januari 4, 2008 pukul 9:52 am

Sebelumnya terima kasiiih bangedz buat artikel ini…..

Aduh setelah baca artikel ini puas tapi sediiiih bangedz…..sampe2 aku nangis di salah satu box warnet……

Aku juga ngalami, tapi yang tidak normal…, aku masih remaja dan belum tahu kalau akibatnya bisa sefatal itu ( tidak punya keturunan) Tapi aku berdoa semoga saja aku masih belum terlambat untuk mengobatinya.

Segera mungkin aku mau ngomong sama ibuku….Dan melakukan pengobatan yang efektif….

Siapapun tolong doakan aku..,.

Thanx for everyone…

  1. 88 cakmoki Januari 4, 2008 pukul 11:56 pm

@ Annelis:

Eit jangan keburu sedih dulu dong, kan belum diperiksa …lagipula tidak lantas sefatal itu.

Teriring do’a moga segera sembuh

  1. 89 Tari Februari 25, 2008 pukul 5:34 pm

Cak..maturnuwun atas postingan yg sangat informatif ini.

Saya mengalami keputihan yg banyak tapi termasuk yg non patoligis. Beberapa tahun lalu saya pernah melakukan cryo surgery untuk meredam keputihan yg berkelibihan itu dan berhasil..

Hanya.. setelah saya punya anak..si putih itu datang lagi…

  1. 90 cakmoki Februari 27, 2008 pukul 5:43 am

@ Tari:

Kalo non patologis ga papa, cuman ada yg merasa risih

Andai si putih sangat mengganggu, bisa konsul ke DSOG tentang perlu tidaknya pengobatan …

  1. 91 reni Maret 4, 2008 pukul 6:14 pm

kalo aku dulu suka hair dryer in miss V

biar ga keputihan kan kering tuh kaya keripik singkong

  1. 92 cakmoki Maret 5, 2008 pukul 3:01 am

@ reni:

hahaha, ada-ada aja…apa ga gosong *guyon*

  1. 93 tia Maret 25, 2008 pukul 10:49 pm

cak..mau tanya sedikit..

saya juga mengalami keputihan, malah setiap hari, ga ada berhentinya

tapi kadang2 ganti warna gitu cak. kadang putih bening, kadang putih susu. kebanyakan malah putih kekuningan..apa infeksi jamur ya dok?

gatel sih nggak dok

cuma baunya itu lo, asem banget

saya jadi risih T__T

masa hampir tiap hari pakai tissue..

saya jarang pake pantyliner…ga suka ehehe

kata teman itu g normal keputihannya..

gimana ya ini cak >.<

thxx

  1. 94 cakmoki Maret 26, 2008 pukul 2:15 am

@ tia:

Udah berapa lama ? … sudah keluarga atau belum ? pakai alat kontrasepsi atau enggak ? adakah keluhan lain, semisal gangguan buang air kecil? … ini daftar pertanyaan yg biasa diajukan untuk melengkapi informasi

Nampaknya sih, menilik tanda-tanda yg disampaikan, tergolong keputihan bukan karena penyakit.

Untuk memastikannya baiknya periksa ke dokter dan jika perlu periksa laboratotium.

Thx

  1. 95 yen Maret 26, 2008 pukul 2:43 pm

duhhh cak.. tolongin dong…

cak…kenalin neh aku yen, punya masalah yang sama kayak tia deh, 3 minggu kemaren aku keputihan warnanya kuning, berbau, gatal n awal2 panas bgt di daerah v, trus aku ke dokter umum, dikasih floxifar ciprofloxacin.ga lama, 3 hari kemudian aku mens, baru beres mens sehari yang lalu, tapi kok aku kayaknya masih keputihan, warnanya kuning agak coklat, berbau amis tapi ga gatel atau panas. aku masih gadis, tapi 2 bulan lagi aku mau merit neh cak, gimana neh cak? kira-kira kena jamur, bakteri ato parasit ya cak? aku juga pngen periksa ke dokter, tapi baiknya ke dokter umum, dokter kulit & kelamin, ato dokter kandungan ya cak? trus kalo ke lab. aku bilangnya mau test apa aja ya cak? makasih banyak ya cak..

  1. 96 tia Maret 26, 2008 pukul 9:31 pm

@ cakmoki

waduh cak kalau ditanya brp lama…

udah lama lo >.< soalnya dulu saya suka anggep enteng n cenderung mengabaikain, jadinya menganggap itu hal yg normal…sampe baca blog ini baru aga2 cemas kalau emang bahaya..

saya belum keluarga..belum berhubungan ama pasangan juga…masih perawan ting2..gangguan buang air kecil sih ngga…cuma cenderung beser karena suka minum air putih..

pertanyaan saya berikutnya sama kaya mbak yen cak..

k dr. kulit & kelamin ato spesialis kandungan ya?

makasi bnyk looooooooooo

thx thx

  1. 97 cakmoki April 5, 2008 pukul 5:51 pm

@ yen:

duhh, perasaan udah jawab, koq ilang ya …

ok, ke spesialis kandungan aja, ntar akan diperiksa “kultur” or biakan untuk menentukan jenis penyebabnya, sekaligus diperiksa sensitifitas mikroorganisme terhadap antibiotik, antiparasit, antivirus dan anti8 jamur.

biasanya perlu waktuseminggu untuk mengetahuinya dan sementara menunggu hasil Lab, dokter akan memberi obat sesuai tanda-tanda klinis dn hasil pemeriksaan fisik.

Moga segera sembuh ya…

@ tia:

yaaaaaa, sorry mbak…kelewatan, baru tau kalo ada pertanyaan susulan.

ke dokter spesialis kandungan

  1. 98 de April 8, 2008 pukul 12:24 pm

cak, salam kenal ya.. aku juga ngalami keputihan sejak smu cak. sekarang usiaku 24 th. dulu waktu smu keputihan nya berwarna being dan kadang2 putih sus. begitu terus sejak selesai mens sampai mau mens lagi. nah, sekitar setahun belakangan, keputihan saya berwarna kuning, kadang keruh, baunya itu loh cak, amis. ekitar 3 bulan ini kadang2 terasa gatal, tapi ga gatal2 amat dan ga sering. kira2 itu penyebabnya apa ya cak?saya malu berobat ke dokter cak… oh ya cak, saya juga mau bilang daerah V saya,( kurang tau ni cak istilahnya apa, yg seperti daging kecil itu lho cak, yg sebelah kiri lebih panjang dari yg sebelah kanan) saya jadi ga Pd menikah cak…

  1. 99 ta April 20, 2008 pukul 10:32 pm

mau tau ni g umur 19 gt.g keputihan kyknya ud 2 tahun gt.pertama si yg biasa putih gt.baru belakangan ini ada bercak2 darah gt.apa itu bahaya,cara atasinya gimana,g ud coba obat tradisional ud banyak da,tp ga sembuh.kadang sembung.kdg balik lg,kyknya badan g jg lemah d.sering sakit gt.btw cak moki apa itu bahaya,kasi tau donk……………………..g mau tau ni g taku bgt.thanks ya .

  1. 100 ta April 20, 2008 pukul 10:43 pm

tambahan lg ni.klo dtg keputihan perut g sakit bgt.gatal si ga lo.bau jg kadang2.tlg kasi tau ya cak.

  1. 101 titus Mei 3, 2008 pukul 1:04 pm

salam sejaahtera cak moki……

ak mo curhat & tanya tanya nie..

istriku umur 31th,kita daah nikah 8th dgn seorang anak u 4th.isteriku mengalami keputihan, gatal gatal, bau di vaginanya tuh dah lama.sampai sampai suatu waktu di perutnya dan pinggang terasa saakit daan panas ( spt kena sambal ). akirnya kami ke dokter kandungan. hasilnya adaa kista yg maseh kecil sekitar 2,5 cm di raahim. daak perlu di operasi cukup dgn obat bisaa ilang.dan untuk keputihannya di pap smear daan dikasih obat. minggu berikutnya kita kontrol daan dinyatakan klo dah sembuh.beberapa bulan kemudian keputihan,gatal dan bau itu datang lagi sampai sekarang bahkan bahkan di sertai panas dan sakit di pinggang daah beberapa hari ini.udah kasih obat apotik + jamu jamu nol hasilnya. rencana mo periksa lagi ke dokter besok abis gajian.heheehehe….

yg igin saya tanyakan :

1. benar dak keputihan yg lama menyebabkan kista..?

2. keputihan pada laki laki tuh wujudnya spt apa..?

3. apa mungkin jamur / panu pada penis juga bisa menyebabkan keputihan ? (menular ke V )

4. sehabis hubungn intim di penis daan vagina tuh banyak gumpalan/ lapisan /lembaran kecil putih, apa kah itu..?

5. apa resikonya berhubungan intim saat spt ini. soalnya kita cuek aja dan kita saling menikmatinya.walau V nya bau yg penting nyaman & saling memuaskan hehehhehehehehe……

6. saat ini kita ingin punya momongan lagi….. apakah itu berpengaruh ya cak, dah 1 th isteriku lepas KB suntik tp lom pernah ada tanda taanda kehamilan.

udaah itu dulu pertanyaanku. terimakasih buat pencerahannya

mohon doa cepet sembuh dan dikasih momongaan lagi.

thanks …. Gbu…

5. apa mungkin jamur / panu pada penis juga bisa menyebabkan keputihan

  1. 102 cakmoki Mei 3, 2008 pukul 2:33 pm

@ de:

sorry, kelewatan jauh banget…ga tahu kalo ada pertanyaan ..

ok, kalo keputihan berwarna keruh dan berbau amis ataupun anyir baiknya periksa, gak usah malu daripada berkepanjangan. Dengan pemeriksaan akan ketahuan penyebabnya sehingga dapat diberikan obat yang sesuai supaya keputihan gak berlanjut.

Tentang *daging dipinggir V* (menggelambir), kali maksudnya labium (bibir), ada labium mayor (sebelah luar) dan labium minor (sebelah dalam). Daging yg memanjang di tepi v kanan dan kiri tsb pada umumnya emang gak simitris, ada yg nampak jelas ada yang gak begitu nampak perbedaannya. Gak papa koq… Sama halnya dengan pria, testis (telor) sebelah kiri lebih panjang (maksudnya lebih menjulur, walah…gak nemu istilah yg tepat ) ketimbang yang sebelah kanan…ntar kalo dah nikah akan tahu …hehehehe

So pede aja deh, pake semboyan : siapa takut …

@ ta:

maaf, yg ini juga kelewatan ga kejawab sejak awal …

hmmm, lama banget tuh…baiknya berobat ke dokter, ta. Ntar akan diperiksa penyebab munculnya bercak darah… bisa aja iritasi atau mungin juga infeksi karena kelamaan gak diobati. Menurut saya gak perlu pakai obat tradisional yang gak jelas isi dab kadarnya.

So, sekali lagi periksa ke dokter. Gak perlu khawatir, paling nanti diperiksa laboratorium untuk membantu memastikan penyakitnya dan setelahnya akan diberi obat yang sesuai jika emang diperlukan.

Thanks

@ titus:

Salam sejahtera juga

…minggu berikutnya kita kontrol daan dinyatakan klo dah sembuh…

eh…bener? Maaf, saya meragukannya. Kalo kista (2,5 cm) sulit dipercaya dalam tempo seminggu bisa ilang. Kalo keputihannya emang bisa sembuh dalam tempo segitu.

  1. Gak bener alias salah. Kebalik. Kalo kista masih mungkin menimbulkan keputihan, inipun kemungkinannya kecil. Bisa jadi nyeri yg suka timbul di daerah pinggang berhubungan dengan kista, sedangkan keputihan merupakan penyakit yang berdiri sendiri, maksudnya gak berkaitan dengan kista.
  2. Mirip dengan keputihan pada wanita, cuman jumlahnya dikit berupa lendir yg gak jernih, kadang gatal kadang enggak. Adakalanya discharge (keluar bercak putih kental or nanah) dan nyeri. Itu semua bergantung pada penyebabnya.
  3. (sekalian jawaban pertanyaan paling bawah) Mungkin. Jamur bisa mengakibatkan keputihan. Penularannya melalui hubungan seksual.
  4. Normalnya sih setiap hubungan akan keluar cairan, yakni cairan sperma dan sekresi dari V. Kalo sampai berbentuk lembaran/gumpalan/lapisan *sulit mbayanginya *, kemungkinan berkaitan dengan keputihan yg diderita istri.
  5. Andaikata “itu” merupakan penyakit (dibuktikan dengan pemeriksaan: lab, dll), maka resikonya saling tular menularkan sambil menikmati kepuasan…hehehehe … tapi, andaikata “itu” bukan penyakit (dibuktikan dengan pemeriksaan: lab, dll), maka resikonya gak ada…puas doang ..hahahaha

  1. Kita belum bisa mengatakan bahwa tertundanya punya momongan lagi karena pengaruh dari gangguan yang diderita istri sebelum dilakukan pemeriksaan yang cermat dan follow up berkesinambungan.

So, menurut saya, sebaiknya periksa lagi ke dokter kandungan dengan membawa hasil pemeriksaan sebelumnya (USG, Lab, PAP Smear, dll). kalo perlu periksa ke DSOG lain, mengingat pada pemeriksaan pertama dinyatakan ada kista. selain itu sekalian ngobati keputihan


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: